“Pesta komunitas makassar dan hari senin setelahnya adalah hari libur” 

Senin 26 mei 2014 seharusnya adalah hari biasa bagi saya, hari di mana rutinitas yang sudah hampir setahun saya jalani. Berurusan dengan berkas-berkas yang minta dirapikan, supervisi mahasiswa atau berdiri di depan kelas, tapi hari senin kala itu saya memilih meneruskan tidur meski jam dinding berlogo Club Barcelona sudah menunjukkan pukul 7.45 pagi.

Ini semua gara-gara pesta komunitas, pesta yang berhasil mempertemukan 75 komunitas yang ada di Makassar untuk berkumpul, berbagi, bersama selama 2 hari pada tanggal 24-25 mei 2014 di salah satu landmark Makassar yang ketika pertama kali saya lihat dengan spontan saya bilang “Monas” ; Monumen Mandala.

Kala itu saya mewakili gerakan berbagi nasi makassar sekaligus terlibat dalam kepanitiaan divisi konsumsi, saya yang tidak tahu menahu tentang apa itu pesta komunitas hadir dalam rapat di cafe baca yang dipenuhi banyak anak muda yang katanya berasal dari berbagai komunitas.

“Tujuan pesta komunitas ini adalah sebagai ajang berbagi informasi komunitas-komunitas yang ada di Makassar, ke depannya bisa terjalin kolaborasi antara satu komunitas dengan komunitas lainnya, mari kita tunjukkan kalau Makassar tidak hanya sebatas yang ada di layar kaca identik dengan kekerasan” begitu kira-kira kata Kak Rama selaku ketua panitia. Ketika itu saya ngangguk-ngangguk.

24-25 Mei 2014 pesta komunitas berlangsung dengan persiapan kurang lebih 3 bulan. Saya masih ingat atmosfir kala itu, 75 komunitas berada dalam satu atap tenda besar yang  berukuran 10×25 meter. Tiap komunitas mendapatkan space kira-kira 2×3 meter saja tanpa sekat dan lesehan, pas sekali dengan tagline pesta komunitas 2014 “Berkumpul, Berbagi, Bersama”. Bukan hanya itu, panggung komunitas juga tak kalah seru dengan pengisi acara oleh komunitas-komunitas yang terlibat, fashion show, akrobat, puisi sampai musik perkusi menghiasi malam kala itu. “Ah jadi ini barang” kata kak Anchu.

suasana Pesta Komunitas Makassar 2014 Monumen Mandala
suasana Pesta Komunitas Makassar 2014 Monumen Mandala


“Pesta komunitas makassar dan hari senin setelahnya adalah hari libur”

Setahun berlalu, hari senin tanggal 8 Juli 2015 harusnya menjadi hari yang biasa bagi saya. Berkutat dengan tugas kantor, tugas kuliah, atau sekadar berdiri di depan kelas, tapi saya memilih meliburkan diri meski jam dinding berlogo club Barcelona sudah menunjukkan waktu kurang lima menit jam 8.

Ini semua gara-gara pesta komunitas, saya terpaksa memutar otak mencari sebab serta mencari alasan untuk bolos kerja. Saya berhasil tetap rebah di kamar di pagi hari yang mendung setelah menyakinkan Bos kalau saya tidak enak badan.

Masih dengan konsep yang sama, pesta komunitas kembali digelar di tahun 2015. Meski saya tidak terlibat terlalu jauh dalam kepanitiaan, namun perkembangan demi perkembangan tidak pernah lepas dari pengamatan saya. Mulai dari susahnya memilih orang yang mau “dijebak” menjadi ketua panitia, sampai pada akhirnya berhasil mengumpulkan ratusan orang dari ratusan komunitas yang ingin terlibat dalam pesta komunitas. Awalnya Kak Mansyur Rahim disepakati secara sepihak menjadi ketua panitia yang kemudian dengan sopan mengundurkan diri dengan alasan akan meminang kekasih (semoga cepat terwujud, amin)

Jika tahun sebelumnya 75 komunitas terlibat, tahun ini ada lebih banyak lagi komunitas yang ingin terlibat dalam gelaran ini, 130 komunitas! Angka yang fantastis jika membandingkan angka tahun lalu, hampir 2 kali lipat. Ada tugas berat menanti ketua panitia tahun ini, gelaran harus lebih pecah, lebih ramai, lebih rapi dari tahun lalu. Kak Ari selaku ketua panitia untungnya orang yang sabar dan itu modal yang baik.

Jika tiap komunitas mengirimkan utusan 2 orang saja dalam kepanitian maka ada 260 kepala yang harus dipersatukan untuk satu tujuan. Mungkin itu juga yang menjadi alasan pemilihan tagline pesta komunitas 2015 “Sinergi, harmoni, aksi”

6-7 Juli 2015 menjadi klimaks persiapan berbulan-bulan panitia PKM. Di lahan seluas 28.595 meter bujur sangkar di benteng Rotterdam berkumpullah 130 komunitas, tumpah ruah dalam pesta komunitas. Ekspektasi yang muncul juga terjawab dengan baik, pelaksanaan PKM 2015 mendulang sukses dengan pengunjung yang mencapai ribuan. Bekerja sama dengan pemerintah kota, pengisi acara yang keren dan pagelaran panggung komunitas yang unpredictible.

kemeriahan booth pkm 2015


2 hari pagelaran pesta komunitas merupakan 2 hari yang luar biasa, 130 komunitas bersinergi dalam harmoni dengan sebuah aksi, para pengunjung disuguhi 130 booth yang masing – masing menampilkan keunikan yang berbeda sesuai dengan komunitasnya. Booth yang paling ramai dikunjungi adalah booth komunitas pecinta binatang. Ada sekitar 5-6 komunitas pecinta binatang, mulai dari binatang eksotis, binatang melata, sampai binatang lucu semacam sugar glider. Pengunjung lainnya tersebar ke booth komunitas sesuai dengan ketertarikan mereka. 130 komunitas yang hadir terdiri dari komunitas-komunitas sosial, edukasi, traveling, hobby, dan onliner.

Selfie di depan booth komunitas

Malam panggung komunitas juga berhasil membuat ribuan mata terbelalak, membuat banyak orang berusaha mencari tempat yang nyaman untuk nonton, maklum tidak ada kursi yang disediakan oleh panitia untuk penonton, yah mau tidak mau harus lesehan atau berdiri bagi yang mampu.

Saya yang kala itu berada di sisi kiri panggung duduk bersama beberapa orang sambil mengabadikan gambar menggunakan HP, panggung komunitas kemudian diisi oleh tari-tari tradisional, puisi, fashion show, stand up comedy, band performance, musik perkusi, akrobatic, dan ditutup dengan chants khas dari suporter pendukung PSM Makassar, saya pun ikut terlarut, joget-joget dan bernyanyi tidak jelas adrenalin lagi menguasai tubuh saya, baju berkeringat baru saya sadari setelah menepi dari keramaian gara-gara ada yang menginjak kakiku saat joget-joget tadi.

kemeriahan panggung komunitas

Salut kepada panitia, kepada 130 komunitas, kepada semangat persatuan dan salut kepada pesta komunitas makassar

Tahun depan entah akan ada 200 komunitas, entah apa saya akan menjadi panitia, entah nantinya saya akan datang bersama istri saya, saya akan meminta cuti lebih awal di hari senin setelah pesta komunitas karena hari senin setelah pesta komunitas adalah hari libur.

“Semoga bosku tidak membaca blog ini”

Iklan