Cari

bulan

Agustus 2015

#BatuSekam : Matahari 174 centimeter

Ada yang diam-diam kutanam di senyum juga pejammu. Yang selalu ingin kucuri kembali tiap kali ia mewujud rindu.

Sebuah kalimat yang diposting di media sosial twitter oleh seorang kawan, 111 karakter yang tersusun apik dalam sebuah kalimat yang indah. Postingan tweetnya selalu membuat saya berdecak kagum, kata-kata yang biasa saya dengar sehari-hari ternyata bisa berwujud kalimat yang indah di tangannya. Continue reading “#BatuSekam : Matahari 174 centimeter”

Iklan

Pengendara Moge Tidak Salah!

 

Elanto menghadang Konvoi Moge

Beberapa hari belakangan, media sosial dihebohkan dengan kejadian seorang pesepeda yang menghalau konvoi motor gede (moge). Rombongan moge ini dianggap melanggar aturan karena terus melewati lampu lintas meski itu lampu merah.  Continue reading “Pengendara Moge Tidak Salah!”

#BatuSekam : Menulis Mengasah Otak

Apa yang membuat keinginan menulis tetap membara? Apakah karena ada ide yang menggenang dalam pikiran? lingkungan yang sesuai? Kisah hidup ataupun kisah cinta yang baru saja di alami? Atau bakat menulis yang mengalir di dalam darah?. Continue reading “#BatuSekam : Menulis Mengasah Otak”

Perempuan Arab yang Tak Berketurunan Arab.

“Sebuah review blog seorang teman di kelas menulis Kepo”

Ketika mendapat pertanyaan “orang mana?”, kita akan cenderung menyebutkan tempat kelahiran kita. Tempat kelahiran sering menjadi identitas seseorang jika berurusan dengan pertanyaan itu. Namun tidak sedikit juga yang menjawab pertanyaan itu dengan menyebutkan suku, biasanya karena faktor keluarga meski lahir di tempat yang berbeda dengan daerah yang didiami suku tersebut. Seperti teman saya yang mengaku orang/suku bugis meski dia lahir di Toraja yang juga merupakan salah satu suku di Sulawesi selatan. Continue reading “Perempuan Arab yang Tak Berketurunan Arab.”

Berlindung di Balik Quote

Kalau masih suka tersinggung sama bercandaan teman. Berarti pulangmu kurang malam,mainmu kurang jauh. 


Sudah berapa kali quote itu melintasi media sosial yang saya punya, awalnya saya pun mengangguki kalimat tersebut. Beberapa orang memang gampang tersinggung karena tidak terbiasa dengan candaan yang dilontarkan teman, candaan yang menurut si penutur biasa saja tapi menyakitkan bagi si penerima. Tersinggung itu pun dikaitkan dengan seberapa jauh dan seberapa lama seseorang bergaul. Semakin jauh dan lama kamu bergaul, maka semakin tahan kamu menerima candaan dalam bentuk apapun. Lanjutkan membaca…

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑