Dewasa ini pertanyaan terhadap sesuatu yang belum diketahui maknanya selalu diarahkan ke Google. Entah itu sebuah penjelasan, tokoh, kota, teori, politik bahkan hal-hal yang menyangkut percintaan sering meminta petunjuk ke Mbah Google. Google seakan menjadi sumber semua jawaban, jawaban yang dengan gampang kita temukan dari gawai yang kita punya.  Namun, di pergaulan saya ada sumber jawaban lain jika itu menyangkut tentang tanaman, sumber jawaban itu bukan sebuah mesin pencarian tapi seseorang yang bernama Zaenal.

Saya pertama mengenal Kak  Enal (panggilan akrab Zaenal) dalam sebuah pendakian, kesan pertama saya orang ini punya pengetahuan yang luas tentang gunung. Saat itu tidak banyak tanda-tanda yang menunjukkan adalah ia seseorang yang tahu banyak tentang tanaman. Barulah ketika telah cukup lama mengenal Kak Enal, saya tahu kalau pengetahuannya tentang tanaman melebihi semua orang yang saya pernah kenal.  Tidak salah teman-teman menjadikan Enal sebagai sumber jawaban atas pertanyaan-pertanyaan menyangkut tanaman.

Zainal Abidin - Enal
Zainal Abidin – Enal
Pengetahuannya tentang tanaman juga tertuang di blognya enalgattuso08.wordpress.com, blog ini telah ditumbuhi banyak tanaman dan mengakar banyak pohon. Tulisan dalam blog Kak Enal bisa dibagi dalam 2 pembagian besar, jalan-jalan dan tanaman. Terhitung mulai bulan November 2012 Kak Enal mulai menulis di blognya, cerita tentang perjalanannya ke gunung, laut, sungai tersebar di arsip-arsip tulisannya. Tentu saja tidak kelupaan tulisan tentang tanaman, tulisannya sangat menarik dibaca karena disertai penjelasan yang rapi tentang suatu bahasan. Lihat saja tulisannya tentang Belajar Akuaponik Bersama sang Idola, meski  Fadly (Vokalis Padi) yang memberikan penjelasan tentang Akuaponik, Kak Enal mampu memberikan penjelasan yang rinci tentang Akuaponik, seseorang yang membaca tulisan itu bisa mempraktekkan membuat Akuaponik setelah membacanya. Bagi saya Kak Enal seperti Kamus tanaman berjalan.

Saya sepakat dengan review Daeng Gassing untuk Kak Enal, tampilan blognya terlalu sederhana. Tidak ada warna selain header atau gambar-gambar pada tulisan, kontras dengan betapa  hijau tulisan-tulisannya di blog. Kak Enal punya bahan yang menarik dan banyak untuk ditulis, meski seperti yang saya bilang dari awal, secara garis besar tulisannya bisa dibagi dalam dua hal ; Perjalanan dan tanaman. Menurut saya Kak Enal perlu menambahkan menu di Header untuk dua hal tersebut, agar memudahkan pencarian. Jika boleh mengandaikan, blog Kak Enal seperti buah Matoa, kelihatan sederhana namun memiliki cita rasa yang kaya.

”Jadikan Duniamu, Duniaku, Dunia Kita Menjadi Hijau”

“Zainal Abidin, Enal”

*Tulisan ini sebagai bagian dari tugas di Kelas Menulis Kepo, #BakuSekam (baku tulis Senin Kamis), tugas ini adalah review blog sesama murid Kelas Menulis Kepo dengan menggunakan interval waktu senin – kamis, kamis seni

Iklan