Beberapa malam lalu saya mengikuti sebuah kelas menulis dengan materi autoetnografi dalam praktek. Pada kesempatan itu dijelaskan bahwa autoetnografi adalah tekhnik menulis dengan menggali pengalaman ataupun interaksi diri sendiri untuk memahami budaya, jadi sebenarnya semua orang bisa menulis karena memiliki pengalaman dan budaya. Autoetnografi bisa dibilang bahwa sebuah tulisan yang menceritakan diri sendiri, interaksi, lingkungan ataupun konflik yang dialami. Hal  yang tentunya terjadi pada setiap orang. Semua orang memiliki budaya. Continue reading “Tentang Pot dan Nilai Budaya di Dalamnya”